Ini 5 Alasan Hasil Catokan Rambut Tidak Tahan Lama

Ini 5 Alasan Hasil Catokan Rambut Tidak Tahan Lama – Telah menyempatkan diri makin banyak cuma untuk menyatok rambut, tetapi hasilnya tidak tahan lama? Bukan karena hanya unsur rambut, tehnik, serta type catokan yang membuat rambut kembali seperti sebelumnya. Lihat banyak hal kekeliruan yang membuat catokan tidak bertahan lama! Inilah 5 fakta rambut hasil catokan tidak bertahan lama serta langkah menanganinya.

Sebelum mencatok rambut baiknya gunakan vitamin rambut untuk menghindari rambut kering dan rusak kena panas alat catok. Serum untuk rambut kering dan rontok ini juga bisa sebagai pengganti minyak rambut. Karena bentuknya yang berminyak mampu menjaga kondisi rambut tetap stylish. Jadi anda tidak perlu menggunakan gel, spray, krim atau pomade rambut. Jadi anda bisa mendapatkan banyak fungsi dengan menggunakan serum rambut yang bagus ini.

Konsultasi dan Pemesanan : 082296988800 – 08563181630 (Fast Respon)

MANFAAT UTAMA :
-Menghambat hormon DHT penyebab rambut botak dan rontok
-Mengatasi rambut kering dan kusam
-Mengatasi rambut yang mengembang dan patah
-Melunakkan folikel rambut dan memperkuat akar rambut
-Mempercepat pertumbuhan rambut baru
-Menyuburkan rambut agar tetap sehat
-Sebagai pengganti minyak rambut

Ini 5 alasan hasil catokan tidak tahan lama dan cara mengatasinya.

1. Rambut tidak bersih, alias banyak minyak

Jangan mencatok apabila rambut dalam keadaan berminyak. Pastikan rambut dalam keadaan bersih, karena rambut yang berminyak, kotor, dan kaku akan sulit dicatok. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah mencuci rambut sampai bersih.

Tips : Saat mencuci rambut, gunakan air dingin. Hindari air hangat atau pun air panas. Karena, air panas bisa membuat rambut menjadi lebih berminyak. Sehingga membuat rambut menjadi lebih lepek dan hasil catokan tidak bertahan lama.

2. Hairstyle tidak cocok dengan alat catok

Bagaimana tipe lebar plat catokan yang kamu miliki? Lebar plat catokan berpengaruh untuk menjaga agar hasil catokan tahan lama. Misalnya, kalau plat alat catokan yang kamu miliki adalah tipe ‘langsing’ lebih cocok untuk style rambut curl lebih kecil.

Sedangkan plat catokan yang agak lebar lebih cocok untuk style rambut yang lebih bervolume. Jadi, jangan heran kalau plat catokan yang lebar tidak menghasilkan curl yang maksimal dan tidak tahan lama.

3. Membagi rambut terlalu tebal

Waktu yang sempit membuat kamu tidak sadar membagi rambut terlalu tebal. Padahal, mencatok rambut yang terlalu tebal tidak menjangkau semua helai rambut dan membuat kamu mencatok bagian yang sama. Hal ini yang membuat hasil catokan tidak maksimal dan rambut cepat kembali seperti semula.

Konsultasi dan Pemesanan : 082296988800 – 08563181630 (Fast Respon)

Tips : Bagi rambut menjadi dua bagian, kanan dan kiri. Lalu, bagi lagi sampai menjadi empat bagian.

Gulung rambut satu per satu dengan menggunakan roll, panaskan dengan menggunakan hairdryer, dan tunggu sampai 10 menit.

Lepaskan gulungan satu per satu, lalu catok kembali rambut dari akar ke ujung rambut.

4. Rambut terlalu lembap

Mengaplikasikan vitamin atau serum memang baik untuk menjaga kesehatan rambut. Tapi seperti dikutip dari Femaledaily.com, kondisi rambut yang terlalu lembap akan “menghalangi” panasnya alat catok untuk membentuk rambut. Selain itu, rambut basah yang masih mengandung air akan bertabrakan dengan cara kerja alat catok.

Hindari juga mencatok rambut yang masih setengah kering. Kalau langsung mencatok rambut yang masih setengah kering, rambut lebih mudah rusak dan pecah-pecah.

Tips : Gunakan produk perawatan rambut secukupnya, jangan sampai terlalu basah. Kalau mau hasil catokan yang lebih tahan lama, kamu bisa mengaplikasikan hairspray secukupnya.

5. Terlalu sering menyisir rambut

Sebelum mencatok rambut, ada baiknya kamu menguraikan rambut yang terlalu rapat atau bahkan kusut. Gunakan sisir besar atau sisir berjarak lebar agar hasil catokan terlihat maksimal. Tapi ingat, setelah rambut selesai dicatok, jangan terlalu sering menyisir rambut. Karena, rambut akan menjadi cepat berminyak saat kulit kepala terkena gesekan dari sisir.